[Company Logo Image]                   



 


Video
Pengantar




Gallery Photo




Dobermann

 


VCD Juntak




ODU
KARATE



PERMAI HR


Tanya-Jawab Mengenai Durian Juntak (Part B):

Q:  Apa pengaruh proses panjang itu terhadap kualitas durian impor dari Thailand?
A:  Sebenarnya di sana-sini sudah cukup banyak kami berikan penjelasan mengenai
     perbedaan durian Monthong impor dengan durian kami. Ada pepatah yang berbunyi,
     “The taste of the pudding is in the eating.”  Oleh karenanya kami sarankan agar

     Anda membandingkan sendiri rasa durian Monthong impor dengan durian kami.
     Pada umumnya, orang yang sudah pernah mencicipi durian kami tidak tertarik lagi
     membeli durian impor. Biarpun harga durian impor sedang jatuh dan sangat murah
     misalnya 40 persen lebih murah dari harga durian kami, mereka tetap memilih 
     durian kami. Bagi kebanyakan maniak durian, seperti para penggemar masakan
     atau restoran tertentu, kepuasan lebih penting daripada harga. Customer seperti itu
     pulalah yang menjadi pelanggan utama kami.


Q:  Bagaimana kebiasaan orang Thailand memilih durian?
A:  Walaupun Thailand adalah eksportir durian terbesar, namun jumlah yang diekspor
     sebenarnya hanyalah 15 persen dari total konsumsi mereka. Masyarakat Thailand
     lebih menyukai durian yang hampir matang dan belum empuk. Durian yang sudah
     terlanjur menjadi lembek dijadikan bahan untuk pembuatan dodol, permen, atau
     makanan olahan lainnya. Sedang penggemar durian kita pada umumnya lebih
     menyukai yang benar-benar matang dan empuk. Hal ini juga merupakan salah satu

     penghalang bagi kami untuk suatu saat kelak mengekspor durian ke Thailand
.

Q:  Mengapa pembeli sebaik-nya menelpon dulu sebelum datang ke Tebet?
A:  Kami anjurkan demikian agar Anda tidak sampai merasa kecewa. Lebih-lebih bila
     diingat bahwa Jakarta merupakan salah satu kota termacet di dunia. Oleh karena
     durian kami semuanya jatuhan, maka kami tidak dapat menyesuaikan jumlah
     persediaan terhadap permintaan. Kami terpaksa mengurutkan nama pembeli dalam
     daftar kami, terutama di masa awal dan akhir panen, jumlah yang jatuh sedikit.
     Dalam situasi seperti itu, kami akan menelpon pembeli yang lebih dahulu mendaftar.

Q:  Apakah saya dapat memesan durian melalui web-site ini?
A:  Boleh saja. Namun perlu kami beritahukan bahwa web-master Durian Juntak ini
     berada di Amerika Serikat. Pemesanan melalui web-site ini akan diteruskan ke
     Jakarta melalui e-mail, yang belum tentu akan dibuka setiap hari. Kemungkinan
     besar pesanan Anda akan terlambat dilayani. Oleh karenanya sebaiknya hubungi
     langsung ke Telpon (021) 831-2416 atau Fax (021) 8370-0042.
Anda juga dapat
     mengirim SMS ke  (021) 7072-0898 atau 0813-1596-0688. Bila persediaan kami
     belum ada, mohon diberikan nama, dan nomor telpon Anda agar kami cantumkan
     dalam daftar pemesan kami. Lebih disukai nomor HP, agar lebih mudah dikontak
     dengan SMS. Kami akan menghubungi pemesan berdasarkan urutan pemesanan
     yang kami catat.


Q:  Apakah Durian Juntak bersedia mengantar durian pesanan?
A:  Pada umumnya kami bersedia mengantar pesanan, namun biaya pengantarannya

     menjadi beban pembeli. Kami mohon pengertian, terutama di Jakarta yang lalu
     lintasnya hampir di setiap area dan setiap waktu macet. Yang akan kami minta
     diganti hanyalah biaya transportnya, misalnya biaya naik ojek, taksi atau bajaj.
     Sedang biaya waktu dan tenaga orang yang mengantar tidak perlu diperhitungkan.


Q:  Apakah Durian Juntak melayani pembelian untuk diberikan sebagai hadiah?
A:  Ya. Hal seperti itu sudah sering kami lakukan, terutama permintaan dari para
     customer yang sudah kami yakini kredibilitasnya. Tetapi bila Anda merupakan
     pelanggan baru, kami minta terlebih dahulu dibayar. Kami akan mengepak
     duriannya dalam dus dengan penampilan yang cukup menarik dan
     mengantarkannya ke tujuan. Kami akan lebih berhati-hati memilih durian yang
     akan dikirim, karena si penerima biasanya sungkan atau rikuh melakukan claim
     penggantian apabila ada yang cacat, kurang baik, atau kurang enak. Kami akan
     berusaha sekuat mungkin agar jangan sampai orang yang Anda kirimi durian
     merasa kurang puas atau kecewa.

Q:  Bagaimana sikap Durian Juntak terhadap pembeli yang suka ingkar-janji?
A:  Kami berusaha menerapkan 'The customer is king' seperti kata pameo lama.
     Namun ada juga adagium 'Raja alim raja disembah, raja lalim raja disanggah'.
     Sungguh menyedihkan, anggota masyarakat kita banyak yang menyepelekan janji.
     Tidak jarang pembeli yang sudah berjanji akan datang tidak muncul mengambil
     durian pesanannya, tanpa pemberitahuan. Kami biasanya mencoba menghubungi
     yang bersangkutan, tetapi telponnya tidak diangkat atau hand-phone-nya sedang
     dimatikan. Dalam situasi seperti itu, apabila ada pembeli lain, akan kami berikan.
     Harap dimaklumi, produk kami termasuk perishable atau tidak dapat ditahan lama,
     karena mengalami proses kimiawi yang berkelanjutan. Kami akan sangat berterima
     kasih apabila pembeli yang berhalangan datang memberitahukannya melalui telepon
     kepada kami, sehingga durian yang sudah kami sisihkan sebagai pesanan dapat
     kami jual kepada orang lain. Kami selalu berusaha menepati janji kami sebagai
     perwujudan penghargaan kami kepada customer. Hidup ini bagi kami sebenarnya
     amat sederhana, bila ingin dihormati, hormati pulalah orang lain. Sportivitas pembeli
     sangat kami  butuhkan agar kami juga dapat melayani pembeli lain dengan sebaik
     mungkin.  Customer yang tidak menepati janji akan kami catat sebagai pelanggan
     yang mendapat prioritas rendah. Lambat laun akan dapat kami pilah-pilah siapa

   
 customer yang merupakan 'raja alim' (yang pantas disembah) atau 'raja lalim'
   
 (yang pantas dicuekin).


Q:  Apakah Durian Juntak juga menjual bibit durian Monthong?
A:  Ya. Kami menyediakannya karena desakan para customer kami yang ingin
     memiliki dua atau tiga pohon durian Monthong di pekarangannya. Sampai
     sekarang penjualan bibit durian masih merupakan bisnis sampingan saja
     bagi kami. Kami hanya menyediakan beberapa contoh bibit di Tebet, sehingga
     apabila ada yang berniat membeli lebih dari 5 pohon, mohon diberitahukan
     seminggu sebelumnya, agar kami punya kesempatan untuk mendatangkannya.
     Semua bibit yang kami jual adalah hasil okulasi (budding, yang hasilnya sama

     dengan cloning), sehingga buahnya kelak akan seragam, yakni Monthong.


Q:  Berapa harga bibit durian Monthong (FOB Tebet, Jakarta)?
A:  Bibit ukuran kecil Rp 30,000/pohon (Foto:  umur batang bawah 1.5 – 2 tahun,
     tinggi 50 – 65 cm) dan bibit besar Rp 60,000/pohon (Foto: umur batang bawah
     2.5 – 3 tahun, tinggi 125 – 150 cm). Harga itu adalah harga FOB di Tebet, dan
     sewaktu-waktu dapat berubah tanpa pemberitahuan. Pembelian lebih dari 10 bibit
     akan diberikan discount. Untuk pesanan dari luar kota Jakarta, bila jumlahnya
     sedikit belum dapat kami layani, pembeli harus mengusahakan sendiri
     pengangkutannya.
     Namun, bila jumlah yang dipesan cukup banyak, kami akan mencoba mencari
     perusahaan ekspedisi yang mau dan sudah biasa mengangkut bibit. Bagi
     pemesanan lebih dari 10 bibit, kami minta diberikan tanda jadi atau persekot.
     Persekot tersebut terutama dimaksudkan untuk biaya mengangkut kembali
     bibit-bibit tersebut dari Tebet ke kebun, apabila pemesan membatalkan
     pembeliannya. Pembayaran dapat dilakukan secara tunai atau transfer ke
     rekening kami di BCA, Bank Mandiri, atau Bank BRI.

Q:  Bila saya membeli bibit dari Durian Juntak, apakah akan diberikan bimbingan
      tentang tehnik penanaman, pemeliharaan, dan pemupukan?
A:  Buku panduan/pemeliharaan/pemupukan singkat dapat dibaca (click sini).

     Informasi Durian Monthong dari IPTEK-net (click sini)

     Maaf. Pada dasarnya kami hanya menjual bibitnya saja. Penjualan bibit juga bukan

     merupakan “core business” bagi kami, hanyalah sebagai sampingan. Beberapa
     petunjuk umum mungkin dapat kami berikan. Namun bila sudah menyangkut
     “rahasia bisnis,” seperti pemupukan dan pengobatan, sangat wajar bila kami tidak
     bersedia mengungkapkannya. Banyak bahan bacaan dan buku-buku mengenai
     pemeliharaan durian tersedia di toko-buku atau perpustakaan yang juga merupakan
     sebagian sumber pengetahuan kami.


Q:  Apa saya bisa mendapatkan biji durian Monthong untuk ditanam?
A:  Beberapa kali kami tolak permintaan biji durian Monthong dengan memberi dua
     alasan. Pertama, biji durian Monthong kebanyakan kempis atau kisut sehingga
     tidak memiliki cukup cadangan nutrisi untuk mendukung pertumbuhan awalnya.
     Akibatnya, jarang yang bisa tumbuh, dan kalaupun bisa tumbuh akan kerdil. Alasan
     kedua dan lebih penting ialah, bahwa pohon durian yang berasal dari biji Monthong
     tidak berhak disebut Monthong. Ada dua cara memperbanyak tumbuhan, secara
     generatif dan vegetatif. Yang dimaksud dengan perbanyakan generatif ialah yang
     berasal dari biji. Sedang perbanyakan vegetatif ialah dengan menumbuhkan bagian
     dari tanaman induknya, seperti cangkok, stek, okulasi, susuan atau kultur jaringan.
     Pada dasarnya, perbanyakan secara vegetatif ini sama dengan cloning. Bibit yang
     dihasilkan akan persis sama dengan pohon induknya. Itu sebabnya, sering juga
     disebut klon Monthong, klon Chane dan sebagainya. Sedang perbanyakan secara
     generatif akan menghasilkan tanaman baru yang berbeda dengan pohon induknya,
     karena biji tersebut sudah merupakan hasil perkawinan. Apabila misalnya ditanam
    10 biji dari sebuah durian, dari 10 pohon yang tumbuh itu tidak akan ada yang
     berbuah sama. Pada umumnya buah yang dihasilkan oleh pohon asal biji akan
     bermutu lebih rendah dari buah pohon induknya, karena bijinya merupakan hasil
     perkawinan in-breeding (perkawinan sekeluarga) atau perkawinan dengan durian
     lain yang mutunya lebih jelek. Proses seperti itulah yang umumnya terjadi pada
     durian kampung kita, sehingga mutu durian di suatu daerah semakin lama semakin
     menurun. Penanaman biji, penyilangan dan pemuliaan seharusnya dilakukan oleh
     lembaga penelitian kita untuk menemukan klon baru yang lebih unggul ( lebih
     tahan terhadap hama dan penyakit, rasanya lebih enak, lebih lambat merekah dan
     sebagainya, seperti yang dilakukan oleh MARDI di Malaysia).

Q:  Bagaimana riwayat-singkat keberadaan Durian Juntak ini?
A:  Berkebun durian sudah menjadi obsessi Midian Simanjuntak sejak kuliah di Fakultas
     Pertanian, Institut Pertanian Bogor. Orangtuanya memiliki 15 pohon durian kampung
     di Desa Tanjung Pasir, Kecamatan Tanah Jawa, Kabupaten Simalungun, Sumatera
     Utara. Sejak masih kanak-kanak, dia sudah ikut menemani ayahnya menjaga 15
     pohon durian selama musim panen. Bila ada durian yang jatuh, biar tengah malam
     atau di pagi buta, dia harus bergegas memungutnya, takut diambil oleh orang lain.
     Di pagi hari, akan terasa nikmat sekali baginya menyantap nasi ketan dicampur
     durian sebagai sarapan. Hasil penjualan durian sangat berarti bagi keadaan finansial
     keluarga, bahkan tidak jarang cukup untuk membiayai Midian Simanjuntak ketika
     kuliah di Bogor (1963 – 1969). Dari pengalaman itu dan kemudian melihat harga
     durian di Jakarta lebih dari 5 kali lipat dari harga penjualan ayahnya, dia yakin bahwa
     berkebun durian sangatlah menguntungkan. Sejak itulah timbul keinginannya untuk
     memiliki kebun durian yang tidak terlalu jauh dari Jakarta. Tujuh bulan bekerja di
     Departemen Pertanian RI tidak memberikan harapan akan dapat mewujudkan
     obsessinya. Dia juga mulai menyadari bahwa bekerja di kantor, jarang berkeringat,
     kurang positif bagi kesehatan jasmani. Dia pindah ke BRI, yang memberikan gaji
     yang lebih tinggi (Oktober 1970) memungkinkan menabung untuk membeli tanah.
     Pada tahun 1981, ketika Midian Simanjuntak menjabat sebagai Kepala Kantor
     Cabang BRI di Surabaya, mulailah dia membeli 5 ha tanah di Cariu dengan harga
     hanya Rp 5 juta. Pada masa itu, daerah Cariu masih merupakan daerah terisolasi,
     sehingga harga tanah amat murah. Oleh karena dia tinggal di Surabaya, maka
     pembukaan lahan dan penanaman durian belum dapat dilakukan. Januari 1983 dia
     diberangkatkan oleh BRI mengikuti program MBA di University of Oregon, Eugene
     (USA), dan disusul oleh magang (internship) di Irving Trust Bank (New York City)
     selama 6 bulan. Bulan Desember 1985 baru kembali ke Jakarta, dan mulailah
     persiapan pembukaan kebun durian. Uji-coba dimulai di Bekasi pada tahun 1986 di
     atas lahan seluas 1,2 HA. Tahun berikutnya menyusul penanaman di Cariu, sekitar
     10 HA. Oleh karena Midian Simanjuntak masih terikat pada BRI dan sering dipindah,
     maka pengelolaan kebun diserahkan kepada orang lain, yang ternyata tidak memiliki
     kemauan dan kemampuan yang cukup untuk menanggulangi berbagai masalah
     kebun durian (khususnya jenis Monthong yang amat diminati oleh banyak hama dan
     penyakit). Tingkat kematian pohon durian amat tinggi, sekitar 50 persen setahun.
     Dari 951 bibit yang ditanam pada tahun 1987, dalam 10 tahun tinggal hanya 178
     pohon. Secara reguler penyulaman terus dilakukan sehingga menguras kantong
     karena harga bibit pada waktu itu cukup mahal (sekitar US$15, untuk sebesar bibit
     yang sekarang kami jual hanya Rp 25,000). Sementara itu, perluasan areal terus
     berlangsung, sehingga pada saat ini telah mencapai 23 hektar. Sejak pertengahan
     tahun 2001,  kebun Cariu mulai ditangani sendiri oleh Midian Simanjuntak.
     Berbagai percobaan dilakukan untuk menemukan cara terbaik mengatasi berbagai
     masalah. khususnya masalah kematian pohon durian. Secara bertahap, berbagai
     kemajuan telah dapat kami capai, misalnya menurunkan tingkat kematian dari 50%
     per tahun, menjadi kurang dari 5% per tahun.

Q:  Apa benar durian Thailand berbuah terus-menerus tanpa musim?
A:  Tidak. Pada dasarnya masa berbuah semua pohon dipengaruhi oleh iklim dan cuaca,
     tidak terkecuali durian. Iklim dan cuaca akan mempengaruhi stage tanaman;
     pertumbuhan vegetatif, gugur daun atau masa berbunga. Durian akan berbunga
     apabila daun-daunnya sudah  "dewasa", mengolah dan menyimpan banyak bahan
     makanan. Musim berbuah durian hanyalah dua kali dalam setahun. yakni musim
     utama dan musim selingan. Untuk daerah di Selatan khatulistiwa, seperti pulau
     Jawa, musim utama adalah bulan Desember hingga Maret. Sedang musim panen
     selingan adalah bulan Juni hingga September. Untuk daerah di Utara khatulistiwa,
     berlaku kebalikannya. Memang sudah ada teknologi untuk memajukan masa
     berbunga durian, yakni dengan penyemprotan bahan kimia (seperti paclobutrazol)
     yang menghambat pertumbuhan vegetatif (growth retardant) untuk menstimulasi
     pertumbuhan generatif. Tetapi kami yakin akan ada efek samping negatifnya bagi
     pohon durian di kemudian hari. Oleh karenanya kami tidak berniat mencobanya.
     Pohon yang berbuah terus menerus juga kurang menguntungkan bagi kami. Apabila
     ada pohon yang berbuah di luar musim, akan menyulitkan bagi kami, karena setiap
     pohon perlu mendapat perlakuan tertentu sesuai dengan stage-nya. Perlakuan yang
     sama atau seragam terhadap semua  pohon akan lebih efisien dan lebih efektif.
     Berbagai perlakuan, seperti pemupukan, pemangkasan sebelum saat  berkembang,
     seleksi dan penjarangan buah, pengikatan buah, penjagaan hingga panen akan lebih
     efisien apabila terjadi serentak. Pengangkutan hasil panen juga akan menjadi boros
     apabila yang diangkut hanya beberapa buah saja.

Q:  Apa saja buah yang dihasilkan oleh kebun Durian Juntak?  Apakah hanya durian?
A:  Tanaman utama di kebun Durian Juntak, di atas lahan 23 hektar, saat ini memang
     durian, sebanyak 2401 pohon. Pada tahun pertama penanaman (1987), banyak
     juga kami tanam lengkeng Bangkok (dalam bahasa Thailand disebut lamya dan
     dalam bahasa Inggris disebut longan) dan rambutan Rafiah. Tetapi karena 16 tahun
     belum juga berbuah, tanaman lengkeng tersebut kami ganti dengan durian, sehingga
     tinggal hanya 13 pohon. Pohon rambutan Rafiah yang semula ada 102 pohon juga
     kami ganti dengan durian sehingga yang tersisa hanyalah 36 pohon. Kami menilai
     bahwa memelihara lengkeng dan rambutan cukup sulit dan kurang menguntungkan.
     Ketika buahnya hampir siap panen tidak jarang bila dalam satu malam habis
     dimakan oleh kelelawar atau codot. Berbagai tanaman buah lain untuk konsumsi
     sendiri juga ada, seperti 2 avocado, 3 jambu air, 2 jambu biji, 4 mangga, 1 jeruk
     bali, 3 nangka, 1 kedondong, 1 manggis, 1 belimbing dan 1 sawo.

Q:  Apakah Durian Juntak menanam durian lain di luar Monthong?
A:  Pada dasarnya tidak. Memang ada beberapa pohon yang bukan Monthong, hanya
     sebagai percobaan atau karena tidak sengaja. Untuk tujuan bisnis, kami hanya
     mengkhususkan diri menanam durian Monthong, yang berasal dari Thailand dan
     berarti “bantal emas” atau golden pillow. Dari pengamatan kami di berbagai tempat
     di beberapa negara dan berbagai publikasi yang pernah kami baca, durian Monthong
     merupakan durian yang paling populer di dunia. Sebagian besar ekspor durian
     Thailand adalah durian Monthong. Supermarket atau toko buah di kota-kota besar
     Indonesia pada umumnya juga mengutamakan penjualan durian Monthong. Harga
     durian Monthong juga selalu lebih tinggi dibanding durian Thailand lainnya. Menanam
     jenis lain kami  anggap akan mendatangkan kesulitan dalam pemasaran; misalnya
     dalam penentuan harga saja sudah sulit karena dapat terjadi kanibalisasi. Kalau
     harga jenis lain itu murah, durian Monthong kami jadi kurang laku. Sedang bila
     harganya lebih mahal, mungkin menjadi tidak laku.

Q:  Apa benar sebaik-nya menanam lebih dari satu klon dalam satu kebun?
A:  Tidak. Memang ada yang berpendapat bahwa dalam satu areal kebun yang cukup
      luas, sebaiknya ditanam paling tidak dua klon durian. Alasannya, agar penyerbukan
      lebih sempurna. Kembang durian memang tidak bisa menyerbuk sendiri (self
      pollination) karena tepung sari lebih cepat matang dari putik. Penyerbukan harus
     antara kembang yang satu dengan kembang lainnya. Dari pengamatan kami selama
     ini, dalam satu pohon tidak pernah semua kembang mekar bersamaan, karena
     munculnya kembang juga tidak bersamaan. Bahkan dalam satu rumpun kembang
     saja tidak mekar bersamaan. Juga tidak jarang munculnya kembang dalam satu
     pohon sampai tiga gelombang. Tetangga kami di Tebet pernah punya satu pohon
     durian dan tidak ada pohon durian lain dalam radius satu kilometer namun tetap
     berbuah banyak dengan bentuk yang cukup baik. Bentuk durian yang benjol adalah
     akibat dari penyerbukan yang kurang sempurna. Oleh karena itu anjuran untuk
     menanam dua atau lebih jenis durian di kebun tidak masuk akal kami.

Q:  Apa benar durian Thailand pendek sedang durian lokal tinggi?
A:  Tidak. Postur durian pada umumnya sama saja. Durian sangat membutuhkan sinar
     matahari yang banyak, sehingga akan selalu bertumbuh lebih tinggi dari pohon di
     dekatnya. Mungkin itu sebabnya dijuluki King Tree, karena tidak mau kalah pada
     pohon di sekitarnya. Para petani kita biasanya menanam durian bersama-sama
     dengan berbagai jenis pohon lain dengan jarak yang amat dekat. Durian mereka
     akan tumbuh meninggi seperti tiang listrik untuk 'mengejar' sinar matahari. Oleh
     karenanya, kita mendapat kesan bahwa durian lokal atau kampung selalu tinggi.
     Setelah lebih tinggi dari pohon tetangganya, barulah dia “mengembangkan sayap”
     seperti payung dibuka dan baru mulai berbuah. Akibatnya, usia durian kampung
     untuk mulai berbuah menjadi panjang, mungkin lebih dari 10 tahun. Sedang durian
     Thailand, yang pada umumnya ditanam secara khusus dengan jarak tanam cukup
     jauh, tidak perlu tumbuh meninggi untuk mendapatkan sinar matahari yang cukup.

Q:  Benarkah bahwa durian Thailand lebih cepat berbuah dibanding durian lokal?
A:  Tidak benar. Pada umumnya usia durian akan berbuah sama saja. Yang membuat
     durian Thailand seolah-olah berbuah lebih cepat adalah karena bibit yang ditanam
     adalah hasil okulasi, yang batang bawahnya sudah berumur 2-3 tahun. Sedang
     durian lokal berasal dari penanaman biji. Penanaman durian Thailand di kebun pada
     umumnya dengan jarak tanam yang cukup jauh, 10-12 meter. Kami sendiri
     menggunakan jarak tanam 10 meter. Sinar matahari yang cukup membuat pohon
     durian itu cepat berbuah. Bila durian lokal diperlakukan sama, hasilnya juga akan
     sama; postur durian yang pendek dan melebar serta cepat berbuah karena tidak
     lagi  "sibuk" mengejar sinar matahari. Bila ingin terlihat 'keren' atau fancy, biarkan
     cabang-cabang bawahnya rendah sehingga kelak buahnya mencapai tanah.

Q:  Mengapa Durian Juntak tidak-menanam durian unggul lokal?
A:  Memang sudah banyak sebenarnya jenis durian unggul lokal yang di-release oleh
     Pemerintah kita (termasuk Monthong telah di-Indonesiakan menjadi “Otong”, tetapi
     jarang yang mau menggunakan nama itu).  Namun masih sulit untuk mendapatkan
     bibitnya dari tangan yang bisa dipercaya. Kesalahan membeli bibit, misalnya tertipu,
     berakibat sangat fatal. Bayangkan bila kita sudah memeliharanya selama 5-6 tahun,
     ternyata kemudian bahwa mutu buahnya lain dari yang diharapkan semula. Alasan
     lainnya ialah seperti kami katakan sebelumnya, sulit dalam pemasarannya bila kami
     menanam jenis lain. Sedang durian Monthong sudah demikian terkenal dan sudah
     banyak penggemarnya. Kami tinggal menyuguhkan durian Monthong yang bermutu
     lebih tinggi dari durian Monthong impor.

Q:  Apakah merawat Monthong lebih sulit dibanding merawat durian unggul lokal?
A:  Pada umumnya merawat atau memelihara durian Monthong lebih sulit daripada
     memelihara durian unggul lokal. Durian Monthong lebih rentan terhadap berbagai
     hama dan penyakit (dengan perkataan lain:  Banyak hama dan penyakit lebih
     menyukai durian Monthong dibanding durian unggul lokal). Bila durian mendapat
     julukan King of all tropical fruit, maka di antara kultivar atau klon durian, Monthong

   
 dapat dikatakan sebagai Queen of Durian. Oleh karena sang ratu ini amat "cantik",
   
 maka sangat banyak yang meminatinya. Selain manusia, banyak jenis hama dan
   
 penyakit sangat suka menggerogotinya. Kami akan tetap mengkhususkan diri
   
 hanya menanam dan merawat Monthong, walaupun klon itu merupakan yang paling
   
 sulit dirawat. Biarlah orang lain saja yang menanam durian unggul lokal atau klon
   
 yang lebih tahan terhadap hama dan penyakit. Kami merasa lebih tertantang bila
     memelihara dan merawat 'Sang Ratu' Monthong yang manja ini.


Q:  Apakah Durian Juntak juga beternak anjing sehingga kadang-kadang pasang iklan?
A:  Ya. Kami memang memelihara anjing dobermann cukup banyak, lebih dari 10 ekor,
     tetapi bukan untuk tujuan komersial. Tujuan utama adalah untuk menjaga kebun
     kami. Bila memerlukan tambahan anjing penjaga barulah anjing tersebut kami
     kawinkan. Dan bila ternyata anak yang lahir lebih banyak dari yang kami perlukan,
     barulah kami tawarkan untuk dijual, misalnya melalui iklan di koran.

Q:  Apa memang sering terjadi kehilangan durian di kebun?
A:  Ya. Kami sering kehilangan durian dalam jumlah yang cukup banyak ketika masih
     menggunakan orang sebagai penjaga malam. Bukan hanya kehilangan buah, bibit
     yang baru ditanam juga tidak luput dari pencurian. Pernah dalam satu kali awal
     musim tanam, hilang sebanyak 63 pohon. Dari pengamatan kami, menggunakan
     manusia sebagai penjaga mengandung tiga kelemahan: 1) Manusia tidak sanggup
     terjaga terus-menerus sepanjang malam. 2) Ada kemungkinan bahwa penjaga
     tersebut, bila mengambil tenaga setempat, bekerja sama dengan pencurinya, dan
     3) Penjaga tersebut malah takut bila pencuri yang datang banyak, misalnya 5 atau
     6 orang.  Oleh karenanya, sejak tahun 2001 kami putuskan untuk memelihara
     anjing dobermann yang setiap saat siap-siaga “menyambut” setiap orang, terutama
     pencuri yang masuk ke kebun. Hasilnya jauh lebih baik dibanding penjagaan oleh
     manusia. Para pencuri lebih takut pada anjing dobermann daripada manusia,
     terutama di malam hari. Daya penciuman anjing yang luar biasa (para pakar
     menduga antara 100,000 hingga 200,000 kali daya penciuman manusia) membuat
     anjing sangat mudah mendeteksi adanya 'orang baru' yang masuk ke kebun. Dalam
     keadaan gelap gulita sekalipun, dari jarak 300-400 meter, anjing akan bereaksi
     terhadap  kedatangan orang dan segera menyergahnya. Terlebih bila angin bertiup
     dari arah pendatang tersebut, jangkauan penciumannya akan lebih jauh lagi.


Q:  Mengapa memilih anjing dobermann sebagai anjing penjaga?
A:  Kebetulan kepala keluarga kami, Midian Simanjuntak, di tahun 70-an menonton film
     berjudul “The Doberman Gang I & II”. Dalam film tersebut digunakan anjing-anjing
     dobermann untuk merampok bank. Film itu membuat Midian Simanjuntak, yang
     sejak kecil sudah menjadi penyayang anjing,  sangat terkesan dan ingin memelihara
     anjing Dobermann (orang Amerika menulis Doberman hanya satu n). Keinginan itu
     baru dapat diwujudkan tahun 1989 di Jakarta. Sejak itu keluarga kami menjadi
     pencinta doberman, dan tidak pernah lagi tertarik pada working dog lainnya, seperti
     German Shepherd (Herder), Bulldog, Rottweiler atau Pitbull. Ketika kepala keluarga
     pindah-pindah dari Jakarta  ke Makassar, Semarang, Surabaya dan kembali ke
     Jakarta lagi, dua ekor doberman betina selalu ikut. Sebagai anjing penjaga, kami
     nilai dobermann adalah salah satu yang terbaik: sangat waspada (alert), gesit
     (speedy), pemberani (fearless), kuat, atletis, dan cerdas. Bulunya yang pendek
     membuat perawatannya lebih mudah, misalnya kutu atau caplak mudah terlihat.
     Warnanya yang hitam atau coklat gelap membuat anjing ini sulit kelihatan di malam
     hari, membuat pencuri lebih takut lagi. Ada anjing kami yang langsung menggigit
     tanpa terlebih dahulu menggonggong. Mungkin karena pernah luka disabit orang.

Q:  Benarkah anjing Dobermann sangat-berbahaya dan "one man dog" ?
A:  Ya dan tidak. Karakter anjing pada dasarnya ditentukan oleh perlakuan yang
     dialaminya. Bila sering mendapat perlakuan kurang baik, maka dia akan menjadi
     anjing yang berbahaya. Tetapi anjing yang diperlakukan dengan baik, akan
     berkelakuan baik juga. Bila lebih sering dikerangkeng atau dirantai, anjing akan
     cenderung galak dan berbahaya. Sedang yang dibebaskan akan lebih jinak dan baik.
     Anjing-anjing dobermann kami berkelakuan ramah kepada semua orang yang sudah
     dikenalnya, seperti anggota keluarga kami dan para pekerja tetap di kebun. Tetapi
     kepada orang yang tidak dikenal dan tidak pernah bergaul dengan anjing-anjing
     tersebut memang sangat galak dan sudah banyak yang merasakan gigitannya.
     Dari pengalaman dan pengamatan cukup lama, kami menduga bahwa anjing
     memiliki naluri atau instinct yang amat sensitif untuk membedakan orang yang
     menyukai dan membenci anjing. Kelihatannya anjing juga dapat membedakan orang
     yang bermaksud baik atau jahat (yang dengan sendirinya takut pada anjing orang
     lain walau dia sendiri penyayang anjing). Orang yang benci atau takut anjing memiliki
     peluang atau probability lebih tinggi digigit anjing dibanding orang yang menyukai
     anjing. Itulah sebabnya, kami hanya menerima calon pekerja tetap yang menyukai
     anjing. Pekerja yang menyukai anjing dengan sendirinya  akan ditemani oleh anjing
     yang menyukainya ketika jaga malam dengan tidur di saung (dangau atau pondok).

Q:  Apakah mahal biaya pemeliharaan anjing Dobermann?
A:  Biaya pemeliharaan anjing dobermann memang tidak murah, tetapi kami perkirakan
     masih tetap lebih murah dibanding nilai durian yang hilang setiap tahun walaupun
     sudah dijaga oleh manusia, bila tidak ada anjing dobermann tersebut. Kami juga
     menjadi merasa lebih aman tinggal dan tidur di kebun yang cukup jauh dari rumah
     tetangga. Para pekerja kami yang juga merangkap penjaga malam, dapat tidur lelap
     dan tidak kekurangan tidur karena yang menjaga adalah anjing-anjing yang ikut
     menemani mereka  di saung atau dangau di beberapa titik tertentu. Oleh karena itu,
     selama musim panen, para pekerja kami  tetap fit untuk bekerja di siang hari.

Q:  Siapakah Dokter Hewan yang mengawasi kesehatan anjing-anjing tersebut?
A:   Drh. Gindo  Simanjuntak,  PhD.
      Jl. Lamandau  III / 7,
      Kebayoran Baru,  Jak-Sel
      Tel.     (021) 723-7417
      HP.     (081) 811-6501


 

 

Kirim email kepada durian@juntak.com bila mempunyai pertanyaan maupun komentar mengenai web-site ini.
Hak Cipta © 2011 Juntak Indonesia Corporation
Norfolk, VA   USA  (Juntak USA, Corp. -- IT dan Engineering Support)
Tebet, Jakarta-Selatan  Indonesia (Juntak Indonesia, Corp.  -- Kantor Pusat)
Tanggal Modifikasi: Tuesday, October 11, 2011